Puisi Masih A Prima Vista
Masih A Prima Vista
Oleh Pena Pejalan
Sekali daku takjub pada pandangan pertama,
Magma cinta itu terus mendesak tumpah ruah,
Kita tenggelam dalam kawah asmara.
Meski banyak lidah petapa yang merapal mantra tolak bala,
Namun, apalah daya kalau eksplosif itu adalah kehendak Prima Causa.
Kita anak semesta,
Pongah berencana soal hidup bahagia,
Kita amnesia,
Eksistensi kita hanyalah wayang-Nya,
Termasuk debar rasa dalam dada, jangan lawan, menyerahlah❗
Komentar
Posting Komentar