Puisi Masih A Prima Vista

Masih A Prima Vista
Oleh Pena Pejalan

Sekali daku takjub pada pandangan pertama,
Magma cinta itu terus mendesak tumpah ruah,
Kita tenggelam dalam kawah asmara.

Meski banyak lidah petapa yang merapal mantra tolak bala,
Namun, apalah daya kalau eksplosif itu adalah kehendak Prima Causa.

Kita anak semesta,
Pongah berencana soal hidup bahagia,
Kita amnesia,
Eksistensi kita hanyalah wayang-Nya,
Termasuk debar rasa dalam dada, jangan lawan, menyerahlah❗

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Firaun Masa Kini & Posisi Kita?

Selamat Tahun Baru Hijriah 1444; Hijrah adalah laku seorang pejalan

Menakar Kejantanan UJE; Polemik Watu Pajung.