Pesona Watu Pajung

Pesona Watu Pajung
Oleh Sulatin

Watu Pajung memang pesona sedari dulu, bahkan pesonanya sudah alamiah sejak Tuhan menciptakan semesta ini. Artinya, jauh sebelum wacana dan rencana pemerintah datang dengan agenda pembangunan pariwisata di kawasan ini. 

Pesona Watu Pajung yang sudah aduhai   tersebut makin dibuat seksi ketika proyek pembangunan pariwisata (Rest Area) masuk dikawasan ini dengan polesan gedung yang konon katanya dimanfaatkan sebagai tempat menjual souvenir dan makanan bagi masyarakat setempat untuk dijual ke wisatawan yang datang  dengan tujuan menikmati alam watu pajung atau sekedar singgah dari perjalanan tour destinasi wisata di seluruh kawasan Pulau Flores.

Namun, naasnya sejak rest area di Watu Pajung diresmikan belum ada aktivitas yang signifikan. Paling tidak, saat agenda tour dewis yang diprakarsai oleh Pemda Manggarai Timur yang baru-baru ini menghebohkan jagat maya.

Biasanya, Pemda dan orang-orang pintar di daerah ini menjual argumen ke masyarakat bahwa pembangunan pariwisata ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar. Lantas, Apakah pendapatan masyarakat mengalami kenaikan dari tour desa wisata yang hedonistik tersebut ? Atau jangan-jangan tour itu hanya sebagai pelepas penat para birokrat Manggarai Timur dari rutinitas kantoran sehingga membutuhkan jalan-jalan sebagai healling terbaik. Entahlah!

Pesona Watu Pajung memang memiliki nilai jual. Begitu lazimnya Pemda dan pengusaha mempersuasi masyarakat. Harus diakui, Watu Pajung yang seksi itu tentu bernilai jual tinggi, apalagi sudah didandan & dimake-up dengan pembangunan. 

Bahkan, tak tanggung-tanggung ada sebuah tournamen Watu Pajung Cup II yang sedang bergulir sampai hari ini. Kabarnya, tournamen tersebut tidak berjalan sebagaimana diharapkan. Awamku bilang, tentu ini karena nilai jual Watu Pajung. Sehingga, elemen pemuda menginisiasi untuk mengkombinasikan olah raga sepak bola dengan iklan promosi pariwisata Watu Pajung. Agenda ini disambut baik oleh Bupati Matim yang berkesempatan membuka tounamen tersebut. Apresiasi Bupati Matim atas terselenggaranya tournamen tersebut adalah dengan mememberi bantuan uang yang fantastik untuk team yang mendapat juara. Sungguh, luarbiasa. Tak salah memang Bapak Bupati meraih penghargaan bergensi dari ajang Visionary Leader 2021 yang diselenggarakan oleh MNC Portal, dalam kategori Leader In Tourism Management Based on Local Wisdom.

Ada kebanggaan tersendiri bahwa nama Watu Pajung kini dinikmati juga oleh pemuda & masyarakatnya melalui tournamen bergengsi tersebut. Pada titik ini, Watu Pajung tidak lagi serupa bongkahan baru karang besar berbentuk payung, ia kini telah berubah menjadi komoditi. Kita semua tentu tidak ingin, ketika Watu Pajung menjadi komoditi maka aktivitas ekonomi wisata kita hanya mementingkan nilai tukar/nilai jual, lalu mengabaikan nilai guna.

Hari ini tentu masyarakat kita bergembira merayakan kebermanfaatan dari pesona Watu Pajung tersebut.  Meski pun, pada hakekatnya kebermanfaatan itu tidak menyentuh kebutuhan subsistensi mereka yang mayoritas sebagai petani, nelayan, & peternak. 

Akhirnya, melalui curhatan ini. Saya ingin menyegarkan ingatan kita. Kepada seluruh orangtua yang dahulu punya kuasa & kepada pemimpin yang hari ini berkuasa jangan pernah lupakan polemik penyerahan kawasan daya tarik wisata Watu Pajung pada tahun 2015.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Firaun Masa Kini & Posisi Kita?

Selamat Tahun Baru Hijriah 1444; Hijrah adalah laku seorang pejalan

Menakar Kejantanan UJE; Polemik Watu Pajung.