Kata Yang Menagih
Oleh Pena Pejalan
Rintik hujan diluar, basuhlah pakaian batinku. Ada sesal dan air mata yg mendialogkan setiap yang teraksara, semua belum menemui tujuan luhur.
Sementara dari speaker berisik sebuah notasi nada yg mengagungkan kegalauan. Bagi segelintir kehadiran hujan, musik & kenangan adalah sesuatu yg romantis.
Tetapi....
tidak bagi Ia yg telah mencelupkan diri dalam tegala eksistensialisme.
Selalu ada cemas yang menghegemoni altar berpikirnya? Ada kata yang pernah dilahirkan sebagai anak diri.
Datang menagih konsistensi.
Kata-kata yang selamat adalah yang lahir dengan kesadaran, lalu tumbuh dengan maksud & konsistensi.
Seperti pagi kali ini;
Saat hujan tak lagi wicara soal basah & tanah. Saat notasi musik tak lagi sebagai katalisator jiwa galau.
Ada kata yang menagih peduli, agar ia selamat dari cengkeraman hasrat sloganisme!
"Karena perjuangan adalah pelaksaan kata-kata".
Komentar
Posting Komentar