Cukup Allah

(Gambar: Musolah Al-Jami Ndano Salah Desa Nanga Mbaur)

Cukup Allah

"Seperti kejadian Ibrahim AS yang dibakar hidup-hidup didalam kobaran api yang menyala-nyala. Ada sebilah yakin menohok jantung kesadaran; Cukup Allah Bagiku Sebaik-baik Penolong. 

Ibrahim membatinkan do'a. Menguji yakin yang dimilikinya. Lalu, Tuhan yang Maha Hadir pun memberi titah pada api. Dinginlah, selamatkan Ibrahim.

Pada ikhtiar yang melibatkan yakin, apa saja bisa mengingkari eksistensi penciptaan. Ia melawan kodratnya. Api itu menjadi dingin.

Disinilah detak yakin itu menjadi penentu apakah kita kuat dan kokoh atau akan menjadi kayu lapuk yang berakhir sekali tepuk. Lebur ditelan zaman dan sejarah!

Itulah mengapa, ada adagium yang paling puitis untuk direnungkan bersama; 
"Setiap yakin yang tidak teruji akan rapuh. Digempur oleh hasrat jahil & waswasil"

-Pejalan Subuh

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Firaun Masa Kini & Posisi Kita?

Selamat Tahun Baru Hijriah 1444; Hijrah adalah laku seorang pejalan

Menakar Kejantanan UJE; Polemik Watu Pajung.