Puisi Aku Tetap Oposisi Loyal
Aku Tetap Oposisi Loyal
Oleh Sulatin
Ketika kebenaran telah dikhianati, siapa yang mesti berani mengucapkannya?
Ketika orang-orang senang kerumunan, siapa yang berani meniti kesendirian yang bebas merdeka?
Ketika pragmatisme politik telah menjadi lahan pengabdian, siapa yang mau berkiprah digerakan sosial yang independen?
Dan....
Ketika prabowo mau menjadi pembantu presiden jokowi, siap kah anda menjadi oposisi loyal? Bersebrangan mulai dari soal gagasan, diksi argumentasi, sampai gaya berpakaian. Kita harus berbeda!
Lawan dominasi negara!
Kalaulah dulu seorang Demonstran, Soe Hok Gie pernah berkata;
"Tugas kaum muda adalah memberantas kaum tua yang mengacau."
Maka, sudah saatnya gelora perjuangan harus menyala-nyala. Sudah saatnya tatap nanar kita mengawasi penguasa. Sudah saatnya kepala kita menolak tunduk didepan bandit-bandit demokrasi.
Tidak lama lagi, selebrasi tahunan sumpah pemuda akan ramai diperbincangankan di sosmed?
Berbagi tulisan artikel sampai status alay berseliweran dilinimasa netizen.
Apa pentingnya bertanah air satu, kalau yang kenyang minum air dan membangun istana di Tana Pertiwi hanyalah oligarki.
Apa pentingnya berbangsa satu, kalau rasa cinta bangsa telah menjadi chauvisime. Papua dibunuh oleh rasisme yang dipelihara negara.
Apa pentingnya berbahasa satu, kalau bahasa asing lebih digandrumi dalam diplomasi, bahkan sampai gombalan-gombalan cinta anak remaja.
Sekali lagi, mari oposisi!
Oposisi terhadap penguasa!
Oposisi terhadap westernisasi!
Oposisi terhadap nafsu sendiri!
Labuanbajo, 25 Oktober 2019
Komentar
Posting Komentar