Puisi Tawa Yang Hilang

Tawa Yang Hilang
Oleh Sulatin

Teruntuk engkau yang telah membawah pergi canda tawa selamanya. 
Disini, kami menatap kosong. Hari-hari yang telah kita lewati bersama. Mesra dalam canda, ceria dalam cerita. Erat dalam pelukan. Kini telah  menjadi pusara duka.

Teruntuk engkau yang telah meninggalkan rindu. Disini, kami rawat dan jaga selalu. Tentang kita yang pernah bermimpi, tentang rumus-rumus kimia fisika yang membuat otak kita jengah. Ketengilan itu masih selalu bergelayut dalam ingatan.

Teruntuk engkau yang telah dipeluk Alpha Omega. Disini, kami melangitkan do'a. Membisikan harap. Kelak kita bertemu pada taman paradiso. Duduk bersila sambil berbincang soal hukum relativitas Enstein. 

Enstein benar bahwa :seseorang mulai hidup ketika ia bisa hidup diluar dirinya sendiri." 
Dan,
Engkau telah hidup disetiap memori kami!

Labuanbajo, 16 November 2019

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Firaun Masa Kini & Posisi Kita?

Selamat Tahun Baru Hijriah 1444; Hijrah adalah laku seorang pejalan

Menakar Kejantanan UJE; Polemik Watu Pajung.